Tolak Hubungan Intim Tak Wajar Jadi Motif Pembunuhan Wanita dalam Boks di Medan – Eandy Network


19 Maret 2026 1:27 am
.
3 min read

Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Misteri penemuan jenazah perempuan dalam boks kontainer di Kota Medan akhirnya terpecahkan. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut adalah aksi pembunuhan keji terhadap korban yang masih berusia 19 tahun.

Pelakunya dua orang yang sudah ditahan, yakni:

Syawal Ardiansyah Nasution (pelaku utama), kelahiran Medan, 19 Desember 2003. Pekerjaannya wiraswasta, dengan alamat di Jalan Meranti Nomor 94, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Sofwan Habib Rangkuti, kelahiran Medan, 29 Mei 2003. Pekerjaan ojol, alamat di Jalan Medan Batang Kuis, Desa Sei Rotan, Dusun VIII, Gang Sejahtera 3.

“Tersangka satu sakit hati karena korban menolak berhubungan intim tidak wajar,” kata Calvijn saat konferensi pers di kantornya, Selasa (17/3).

Hubungan intim tidak wajar yang dimaksud adalah seks anal.

Baca Juga  Pemko Medan Optimalkan Penyusunan LPPD Tahun 2023

Pada malam itu, korban dan Syawal sudah berhubungan badan—mereka berkenalan melalui aplikasi pencari teman kencan.

Nah, Syawal meminta berhubungan seks lagi tapi seks anal. Korban menolak.

Saat korban kritis, Syawal melanjutkan niat bejatnya.

“Tersangka 1 ini melakukan kekerasan seksual tidak wajar pada saat korban dalam kondisi kritis,” ucap Calvijn.

Usai membunuh, Syawal pun mengambil barang-barang korban di antaranya cincin dan handphone untuk dijual dengan maksud menghilangkan barang bukti.

Setelahnya, Syawal memanggil Sofwan untuk membantu membuang jasad korban ke pinggiran bantaran sungai di Gang Seroja.

Sofwan datang mengenakan jaket ojol dan menggunakan motornya.

Calvijn menyebutkan, Syawal terpengaruh konten pornografi di aplikasi X (Twitter).

“Tersangka 1 memiliki obsesi karena menonton video porno seksual dengan seksual tidak wajar di salah satu aplikasi,” ujar Calvijn.

Baca Juga  KPBU Solusi dan Alternatif Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur APJ Kota Medan

Dalam kasus ini, polisi menetapkan SAN (19) sebagai tersangka utama dan dibantu satu tersangka lain berinisial SHR (19) yang merupakan teman SAN. Peran SHR diketahui ikut membuang jasad korban ke bantaran sungai.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan SAN mengiming-imingi SHR uang untuk membayar indekos apabila ikut membantunya.

“Tersangka satu dan tersangka kedua itu merupakan teman yang pada saat tersangka dua dihubungi, tersangka satu menjelaskan bahwa ia telah melakukan pembunuhan,” kata Calvijn saat konferensi pers di kantornya, Selasa (17/3).

“Kemudian tersangka dua mau memproses pembuangan jenazah korban yang ada di dalam boks kontainer karena diiming-imingi oleh tersangka satu akan melunasi biaya kos selama satu bulan ke depan,” sambung Calvijn.

Baca Juga  Pondok Kelapa Coco and Art, Manfaatkan Limbah untuk Handycraft

Calvijn menuturkan, kejadian bermula saat tersangka SAN sakit hati karena korban menolak berhubungan intim tidak wajar di sebuah hotel di sekitar tempat pembuangan jenazah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ia menegaskan bahwa perbuatan tersangka SAN melakukan pembunuhan secara spontan tanpa ada perencanaan. “Spontan [melakukan pembunuhan],” ucap Calvijn.

Sementara itu, Ahli Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Mistar Ritonga, mengatakan bahwa penyebab kematian korban karena lemas dibekap dan dicekik oleh tersangka SAN sehingga kepala belakang korban terbentur.

“Mati lemas karena dibekap dan dicekik serta adanya benturan (di belakang kepala),” ujar Mistar.

Dari hasil forensik, Mistar mengatakan bahwa korban mengalami benturan benda tumpul di bagian belakang kepala, hidung, mulut serta leher hingga menyebabkan memar.

Editor: M. Nuh
Sumber: Kumparan.com

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch