Motor Listrik Yadea VELAX H Tunggangan Wapres Gibran Kini Bisa Dicoba di PRJ 2026 – Eandy Network

POSKOTA.CO.ID – Motor listrik Yadea VELAX H yang sempat digunakan sebagai kendaraan pendamping Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kunjungan kerja ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, kini menjadi salah satu daya tarik di Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026.
Masyarakat dapat melihat sekaligus menjajal langsung motor listrik tersebut melalui fasilitas test ride yang tersedia di booth Yadea Hall A No.10, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Kehadiran model ini menjadi perhatian setelah sebelumnya digunakan dalam agenda resmi Wakil Presiden di wilayah Papua Selatan, yang memperlihatkan kemampuan kendaraan listrik untuk menunjang mobilitas di berbagai kondisi jalan.
Yadea VELAX H menggunakan motor listrik bertenaga 2.000 watt yang dipadukan dengan baterai lithium berkapasitas 72V 30Ah.
Kombinasi tersebut diklaim mampu menghadirkan akselerasi yang responsif sekaligus efisiensi energi untuk mendukung mobilitas harian maupun perjalanan jarak menengah.
Selain mengedepankan performa, motor listrik ini juga dibekali sejumlah fitur modern seperti smart unlock, konektivitas melalui aplikasi, GPS tracking, hingga pembaruan perangkat lunak secara Over The Air (OTA).
Yadea Hadirkan Tiga Varian VELAX Series
Selain VELAX H, pengunjung PRJ 2026 juga dapat melihat dua model lain yang tergabung dalam keluarga VELAX Series.
VELAX E ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan listrik untuk aktivitas harian dengan dukungan baterai Graphene.
Sementara itu, VELAX U diposisikan sebagai varian tertinggi yang mengusung teknologi Double Lithium Battery, tenaga motor lebih besar, serta jarak tempuh lebih jauh untuk kebutuhan mobilitas yang lebih tinggi.
Baca Juga: Motor Listrik Yadea Dipakai Wapres Gibran di Asmat, Papua, Ini Spesifikasi dan Alasannya
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, berikut harga resmi VELAX Series:
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
