10 Cara Menghindari Plagiarisme dalam Publikasi di Jurnal Ilmiah  – Eandy Network

Terdapat banyak cara menghindari plagiarisme bisa diterapkan. Sehingga menurunkan keinginan, godaan, sampai aksi nyata melakukan tindakan tercela tersebut. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami tata caranya. 

Kemudian, didukung dengan faktor-faktor lain yang meningkatkan keinginan untuk menjiplak karya orang lain. Padahal, tindakan ini tidak hanya berdampak pada sanksi ringan. Akan tetapi juga sanksi yang terbilang berat bagi pelakunya. Berikut informasinya. 

Pengertian Plagiarisme

Dikutip melalui salah satu artikel ilmiah yang terbit di Jurnal Serina Sains, Teknik dan Kedokteran, menjelaskan bahwa secara etimologi plagiarisme berasal dari bahasa latin “plagiarius” atau “plagiare”. Artinya “merampok”, “mencuri”, atau “membajak”. 

Secara umum, plagiarisme adalah pengambilan karya atau pemikiran atau pendapat orang lain tanpa mencantumkan sumbernya dan menjadikannya seolah-seolah sebagai hasil karya atau pemikiran atau pendapat sendiri

Melakukan tindakan plagiarisme tentu tidak lantas membuat pelakunya hidup tenang dan sukses dalam karir profesionalnya. Sebab, ada banyak dampak negatif yang timbul dari tindakan tersebut. Diikuti dengan sanksi yang berpotensi diterima pelaku. 

Sanksi untuk Pelaku Plagiarisme 

Dikutip dari salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal ilmiah Kaizen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, menjelaskan bahwa tindakan plagiarisme merupakan bentuk pelanggaran terhadap aturan yang ada. 

Sanksi bagi pelaku plagiarisme salah satunya tertuang di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 25 Ayat (2). Dimana dijelaskan mahasiswa yang terbukti melakukan plagiarisme untuk meraih gelar akademik maka gelar tersebut dicabut. Sekaligus berpotensi menerima hukuman kurungan dan denda. 

“lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)”

Meskipun jelas aturan hukum mengenai sanksi dari tindakan plagiarisme, akan tetapi kasusnya tetap bisa ditemukan. Hal ini bisa dipicu oleh banyak faktor. Misalnya plagiarisme di kalangan mahasiswa, yang bertujuan untuk meraih nilai tinggi dari dosen maupun ingin segera memenuhi syarat kelulusan akademik (misal publikasi ke jurnal ilmiah). 

Ebook Bisnis

Cara Menghindari Plagiarisme dalam Jurnal Ilmiah

Memahami bahwa tindakan plagiarisme yang dilakukan oleh akademisi (dosen dan mahasiswa) maupun siapa saja bisa memberi konsekuensi hukum. Maka tentu melakukan tindak pencegahan perlu diprioritaskan. 

Berikut adalah beberapa cara menghindari plagiarisme, khususnya pada saat menyusun artikel ilmiah untuk dipublikasikan ke jurnal ilmiah:

1. Memahami Dulu Apa Itu Plagiarisme 

Cara yang pertama untuk menghindari tindakan plagiarisme adalah memahami apa itu plagiarisme. Kenapa? Sebab, salah satu alasan kenapa kasus plagiarisme masih jamak dijumpai adalah pelaku tidak sadar tindakannya termasuk plagiat. 

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Jurnal Serina Sains, Teknik dan Kedokteran. Dimana dijelaskan bahwa plagiarisme di kalangan mahasiswa jamak terjadi, karena sebagian besar dari mereka tidak paham tindakannya adalah plagiat. 

Sehingga plagiarisme yang dilakukan termasuk plagiarisme tidak sengaja. Meskipun begitu, secara aturan hukum segala bentuk plagiarisme adalah plagiarisme. Baik disengaja maupun tidak disengaja, jika terbukti melanggar aturan maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum. 

program afiliasi

2. Memahami Hak Cipta dengan Baik 

Cara menghindari plagiarisme yang kedua ketika mengurus publikasi di jurnal ilmiah adalah memahami Hak Cipta. Setiap karya, termasuk karya tulis mendapat perlindungan hukum di Indonesia. Perlindungan ini dalam bentuk Hak Cipta. 

Jika mengutip, menjiplak, dan mencuri bagian dari karya tulis orang lain maupun seluruhnya. Maka sama artinya melanggar Hak Cipta yang kemudian memberi sejumlah konsekuensi hukum. Sanksi pelanggaran Hak Cipta diatur di dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. 

Dengan memahami apa itu plagiarisme dan apa itu hak cipta. Maka akan meningkatkan kesadaran bahwa mengambil bagian dari karya tulis orang lain menjadi tindakan melanggar hukum. Sehingga bisa lebih mudah menghindari plagiarisme. 

3. Memahami dan Mematuhi Aturan Mengutip 

Pada saat menyusun naskah artikel ilmiah untuk dipublikasikan ke jurnal, tentunya akan menambahkan kutipan. Kutipan pada karya tulis ilmiah memiliki banyak manfaat. Salah satunya menguatkan argumen yang dipaparkan penulis naskah. 

Namun, mengutip dari pendapat para ahli maupun dari publikasi ilmiah lain ada aturannya. Tidak asal mengutip apa yang disampaikan ahli dan penulis lain pada karyanya. Melainkan diikuti dengan sitasi, yakni mencantumkan sumber di akhir kutipan. Kemudian ditulis kembali sumber tersebut di daftar pustaka.

Ebook Bisnis

Jadi, setiap kali mengutip karya orang lain dan pendapat ahli dari publikasi ilmiah lain. Pastikan sudah melakukan sitasi, sehingga sukses menghindari plagiarisme. Sitasi menjadi lebih mudah dengan memanfaatkan aplikasi manajemen referensi, misalnya Mendeley. 

4. Membiasakan Diri Melakukan Parafrase 

Langkah ketiga sebagai salah satu cara menghindari plagiarisme adalah membiasakan diri melakukan parafrase. Parafrase menjadi salah satu teknik terbaik dalam membuat kutipan di artikel ilmiah. 

Sebab, dengan parafrase maka kutipan menjadi kutipan tidak langsung. Pada saat mengecek plagiarisme atau similarity indeks, misalnya dengan Turnitin. Maka adanya parafrase bisa menurunkan skor similarity indeks. 

Bagi mahasiswa, skor similarity indeks yang rendah tentu penting. Sehingga artikel ilmiah yang disusun memenuhi standar yang ditetapkan dosen maupun oleh perguruan tinggi. Sehingga bisa segera masuk ke tahap berikutnya. 

5. Membiasakan Diri Tidak Copy Paste 

Salah satu faktor yang meningkatkan kasus plagiarisme dan menjadikannya seolah sudah menjadi budaya di kalangan mahasiswa, adalah kemajuan teknologi. Khususnya internet, dimana memudahkan mahasiswa mengakses berbagai publikasi ilmiah dan melakukan copy paste. 

Minimnya pemahaman tentang apa itu plagiarisme, apa itu hak cipta, dan terbiasa copy paste. Maka memperparah resiko terjadi plagiarisme dan terus menurun (ditiru) ke mahasiswa di tahun-tahun berikutnya. 

Maka salah satu cara atau upaya untuk menghindari plagiarisme dalam publikasi di jurnal ilmiah adalah terbiasa tidak copy paste. Kebiasaan menulis ulang kutipan (jika kutipan langsung) bisa mengasah keterampilan menulis. Sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis untuk memahami tulisan yang dikutip. 

6. Menyusun Daftar Pustaka Sejak Awal Menyusun Naskah 

Faktor lain yang sering menyebabkan mahasiswa maupun dosen dan masyarakat melakukan plagiarisme adalah lupa. Salah satunya, lupa mencantumkan sumber pada kutipan maupun mencantumkannya di daftar pustaka. 

Sekali lagi, lupa atau tidak lupa dan sengaja atau tidak sengaja, plagiarisme tetap dipandang hukum sebagai plagiarisme. Jadi, sekalipun memakai alasan lupa, tetap tidak bisa lepas dari konsekuensi hukum. 

Cara menghindari plagiarisme karena lupa melakukan sitasi adalah dengan menyusun daftar pustaka sejak awal. Setiap kali membaca dan memilih referensi, kemudian ditetapkan yang paling sesuai. Maka referensi yang paling sesuai ini bisa langsung disusun di halaman khusus daftar pustaka. 

7. Mulai Menyusun Artikel Ilmiah Jauh Hari 

Bagi mahasiswa yang menyusun artikel ilmiah untuk memenuhi syarat kelulusan, yakni publikasi ke jurnal dari hasil penelitian penyusunan tugas akhir (skripsi, tesis, atau disertasi). Tentunya familiar dengan batas waktu publikasi ilmiah tersebut. 

Begitu juga dengan kalangan dosen. Menjelang akhir semester, ada kewajiban menyusun laporan BKD di platform SISTER. Jadwal pelaporan sesuai ketentuan dari Kemdiktisaintek. Jadi, seluruh pelaksanaan kewajiban akademik termasuk publikasi di jurnal ilmiah harus sudah selesai sebelum laporan disusun. 

8. Mengasah Keterampilan Menulis Artikel Ilmiah 

Keterampilan dalam menulis artikel ilmiah bisa diasah seiring berjalannya waktu. Selama terbiasa menulis dengan buah pikiran sendiri. Maka sejalan dengan banyaknya artikel ilmiah yang disusun, kualitasnya meningkat dan keterampilan menulis ikut berkembang. 

Sebagai akselerasi untuk mengasah atau mengembangkan keterampilan menulis artikel ilmiah. Maka bisa mengikuti kegiatan pelatihan menulis, misalnya dalam bentuk workshop yang menghadirkan mentor ahli. Jika sudah terampil menulis artikel ilmiah, maka akan merasa tidak butuh copy paste karya orang lain lagi. 

9. Memiliki Mentor Selama Menyusun Naskah 

Cara selanjutnya untuk menghindari plagiarisme saat menyusun artikel ilmiah adalah memiliki mentor selama penyusunan tersebut. Kenapa? Sebab, dengan dampingan mentor yang sudah ahli dan berpengalaman dalam publikasi ilmiah. Maka bisa mendapat arahan yang tepat. 

Mencakup juga bagaimana menghindari plagiarisme, menurunkan skor similarity indeks di Turnitin, dan sebagainya. Sehingga terbantu untuk menyusun artikel ilmiah dari hasil buah pikiran sendiri dan bebas dari plagiarisme. 

Tidak ada salahnya juga untuk berkolaborasi dalam menyusun artikel ilmiah tersebut bersama dosen senior. Sehingga bisa meningkatkan kualitas isi dan bisa saling berbagi tugas sebagai penulis pertama, penulis korespondensi, dan penulis pendamping. 

10. Menggunakan Aplikasi untuk Deteksi Plagiarisme 

Cara menghindari plagiarisme selanjutnya adalah rutin mengecek menggunakan aplikasi deteksi plagiat. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi bahwa artikel ilmiah yang disusun bebas plagiarisme memang penting. 

Menghindari plagiarisme bukan hanya soal etika, tapi juga soal kemampuan memanfaatkan teknologi pendukung. Bagi dosen, peneliti, maupun mahasiswa yang sering menulis artikel ilmiah, mengenal berbagai tools yang tepat bisa sangat membantu dalam menjaga orisinalitas tulisan.

Untuk itu, Buku Rekomendasi Teknologi untuk Menulis Artikel Ilmiah bisa menjadi referensi praktis. Buku ini merangkum beragam aplikasi dan perangkat yang mendukung proses penulisan, mulai dari manajemen referensi, pengecekan plagiarisme, hingga pengelolaan naskah sehingga karya ilmiah lebih terstruktur dan bebas dari masalah duplikasi.

Itulah artikel dari Deepublish Store tentang cara menghindari plagiarisme dalam publikasi di jurnal ilmiah. Semoga membantu kamu dalam penulisan karya ilmiah!

Referensi: 

  1. Silalahi, E., Silalahi, D., Tarigan, M. I., & Sinaga, R. V. (2024). Deteksi Plagiarisme Sebagai Peningkatan Integritas Akademik. Kaizen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 27-33.
  2. Magdalena, L., Lie, R., Chandra, D., & Perdana, N. J. (2023). Kesadaran akan tindakan plagiarisme di kalangan mahasiswa. Jurnal Serina Sains, Teknik dan Kedokteran, 1(1), 123-132.
  3. Prihatiningrum, A. F. (2024). 6 Cara Menghindari Plagiarisme dalam Jurnal Ilmiah. Diakses pada 9 September 2025.
  4. Universitas Pasundan. (2022). 5 Tips ampuh menghindari Plagiarisme. Diakses pada 9 September 2025.
Luqman Hakim

Lulusan Sarjana Teknik Sipil serta memiliki ketertarikan di bidang Pendidikan, Bisnis dan Wisata, saya juga memiliki ketertarikan di dunia penulisan SEO, copywriting, content writing, dan content marketing.

website Pelajaran SD SMP SMA dan Kuliah Terlengkap

Materi pelajaran terlengkap

mata pelajaran
jadwal mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa mata pelajaran sd mata pelajaran dalam bahasa jepang mata pelajaran kurikulum merdeka mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran sma jurusan ips mata pelajaran sma
bahasa inggris mata pelajaran
bu ani memberikan tes ujian akhir mata pelajaran ipa
tujuan pemberian mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah adalah
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional. artinya mata pelajaran smp mata pelajaran ipa mata pelajaran bahasa indonesia mata pelajaran ips mata pelajaran bahasa inggris mata pelajaran sd kelas 1
data mengenai mata pelajaran favorit dikumpulkan melalui cara
soal semua mata pelajaran sd kelas 1 semester 2 mata pelajaran smk mata pelajaran kelas 1 sd mata pelajaran matematika mata pelajaran ujian sekolah sd 2022
bahasa arab mata pelajaran mata pelajaran jurusan ips mata pelajaran sd kelas 1 2021 mata pelajaran sbdp mata pelajaran kuliah mata pelajaran pkn
bahasa inggrisnya mata pelajaran mata pelajaran sma jurusan ipa kelas 10 mata pelajaran untuk span-ptkin mata pelajaran ppkn mata pelajaran ips sma mata pelajaran tik
nama nama mata pelajaran dalam bahasa inggris mata pelajaran pkn sd mata pelajaran mts mata pelajaran pjok
nama nama mata pelajaran dalam bahasa arab mata pelajaran bahasa inggrisnya mata pelajaran bahasa arab
seorang pengajar mata pelajaran akuntansi di sekolah berprofesi sebagai
nama mata pelajaran dalam bahasa jepang
hubungan bidang studi pendidikan kewarganegaraan dengan mata pelajaran lainnya
dalam struktur kurikulum mata pelajaran mulok bersifat opsional artinya mata pelajaran dalam bahasa arab
tujuan mata pelajaran seni rupa adalah agar siswa